Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Suasana Hari Raya Idul Adha di Masa Pandemi

Suasana Hari Raya Idul Adha di Masa Pandemi - Hari Raya Idul Adha 1442 H jatuh pada 20 Juli 2021. Seluruh umat Islam di penjuru dunia melaksankan Hari Raya Idul Adha tahun ini dengan suasana yang berbeda dengan situasi pandemi Corona Virus Dease (Covid-19). Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid ini pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam pelaksanaan Idul Adha. 



Dilansir dari Merdeka.Com - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan khusus untuk menghadapi libur Lebaran Idul adha. Kebijakan ini untuk mencegah kembali melonjaknya kasus Covid-19.

"Kebijakan khusus untuk menghadapi libur Idul adha ini masih dalam tahap pembahasan," katanya kepada merdeka.com, Rabu (16/6).

Adapun proses Pelaksanaan Qurban agar memerhatikan ketentuan sebagai berikut:

  1. Penyembelihan hewan qurban berlangsung dalam waktu tiga hari untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan qurban.
  2. Pemotongan hewan qurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R). Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R pemotongan hewan qurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan protokol kesehatan yang ketat.
  3. Kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging qurban kepada warga masyarakat yang berhak menerima, wajib memerhatikan penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian.
  4. Kegiatan pemotongan hewan qurban hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan qurban dan disaksikan oleh orang yang berkurban.
  5. Pendistribusian daging qurban dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di tempat tinggal masing-masing dengan meminimalkan kontak fisik satu sama lain.

Panitia Hari Besar Islam/Panitia Salat Hari Raya Idul adha sebelum menggelar Salat Hari Raya Idul adha di lapangan terbuka atau masjid/musala wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, aman, dan terkendali;

Menteri Agama dalam pernyataannya mengatakan pemotongan hewan qurban harus ikuti protokol, "Lakukan di tempat terbuka, hewan kurban dalam keadaan sehat, petugas pakai masker dan bawa alat masing-masing, jaga jarak, cegah kerumunan orang, dan daging kurban diantar petugas ke alamat penerima."

Panitia qurban mayoritas beranggapan bahwa acara Idul Adha tahun ini tidak akan seramai tahun-tahun sebelumnya. Mengingat pengurangan jumlah hewan qurban yang akan diserahkan ke masjid, oleh karena itu ketua panitia kurban mengambil sikap akan mengurangi juga jumlah panitia dalam pelaksanaan pemotongan hewan qurban nantinya.

“Panitia yang ditunjuk pun nantinya harus dalam kondisi sehat. Jadi kalau kurang enak badan tidak boleh terlibat.” Tegas ketua panitia.

Panduan yang dianjurkan pemerintah sebenarnya tidak terlalu memberatkan apabila sudah terbiasa melakukan penyembelihan secara higenis. Sebelumya ini juga sudah dilakuakan Cuma bedanya sekarang lebih rinci dipandu oleh pemerintah. Seperti tahun ini dianjurkan cuci tangan dan pakai sabun dan mengikuti protokol kesehatan.

Harapan terbesarnya semoga Covid-19 ini cepat teratasi sehingga umat Islam di seluruh penjuru dunia dapat melaksanakan ibadah kurban dengan maksimal, tenang, dan menimbulkan rasa harmonis, baik antar sesama umat beragama maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang maju, produktif, dan aman dari pandemi Covid-19.


Berlangganan via Email